PKS PURBALINGGA
Headlines News :

Latest Post

Inilah Syarat Surat Suara Sah Pemilu 2014

Written By elang firdaus on Kamis, 13 Maret 2014 | 09.16

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat 15 syarat sah pencoblosan surat suara pada pemilihan umum legislatif (Pileg) yang akan digelar 9 April mendatang.

"Kami berupaya semaksimal mungkin mengakomodasi suara pemilih, maka kami tentukan varian-varian tersebut supaya dipahami oleh masyarakat," kata Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay di gedung KPU, Kamis (13/3/2014).

Selain itu, kata dia, 15 syarat pencoblosan tersebut untuk membantu petugas dalam menentukan surat suara sah saat melakukan penghitungan surat pasca pencoblosan. "Intinya supaya memudahkan masyarakat dalam memberikan suaranya, dan kita sebisa mungkin memahami maksud pemilih" ujarnya.

"Pemilih mencoblos pada satu caleg di satu parpol. Kalau itu tidak bisa ditangkap jelas oleh petugas penghitungan suara, maka mencari surat suara yang jelas memilih pada satu parpol," lanjutnya.

Berikut surat suara yang dianggap sah pada pemilu 2014.

1. Mencoblos di nomor urut, tanda gambar dan nama parpol, maka suaranya dihitung satu untuk parpol.
2. Mencoblos di nomor urut dan nama caleg maka suaranya dihitung satu untuk caleg.
3. Mencoblos di nomor urut, tanda gambar dan nama parpol dan mencoblos di kolom nomor urut dan nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk caleg.
4. Mencoblos di nomor urut, tanda gambar dan nama parpol serta lebih dari satu nomor urut pada nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk parpol.
5. Mencoblos di lebih dari satu nomor urut dan nama caleg parpol yang sama, maka suaranya dihitung satu untuk parpol.
6. Mencoblos lebih dari satu nomor urut, tanda gambar dan nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk parpol.
7. Mencoblos lebih dari satu kali pada nomor urut dan nama caleg pada satu parpol, maka suaranya dihitung satu untuk caleg tersebut.
8. Mencoblos di garis di antara kolom yang memuat dua nomor urut dan nama caleg di satu parpol, maka suara dianggap sah untuk satu parpol.
9. Mencoblos di garis yang memuat nomor urut dan nama caleg, maka suara dianggap satu untuk parpol.
10. Mencoblos di garis yang memuat satu nomor urut dan nama caleg, maka suara dianggap satu untuk caleg.
11. Mencoblos di kolom abu-abu di antara nomor urut dan nama caleg pada satu parpol, maka suara dianggap sah satu untuk parpol.
12. Mencoblos di kolom abu-abu di bawah nomor urut dan nama caleg terakhir pada satu parpol, maka suara dihitung satu untuk parpol.
13. Mencoblos di kolom nomor urut dan nama caleg yang sudah didiskualifikasi, maka suara dianggap sah untuk parpol.
14. Mencoblos di kolom nomor urut dan nama caleg yang sudah meninggal dunia, maka suara dihitung satu untuk parpol.
15. Mencoblos di kolom nomor urut, tanda gambar dan nama parpol yang tidak memiliki daftar caleg, maka suara dianggap sah satu untuk parpol.[bay]

Sumber : www.inilah.com

Survei: Elektabilitas Jokowi Semakin Menurun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Survei terbaru yang dilakukan Indo Barometer terbaru menunjukan terjadinya sedikit penurunan tingkat elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bila dicalonkan sebagai presiden.
"Ada kencederungan ajeg dan sedikit terjadi penurunan," kata Direktur Ekesekutif Indo Barometer M Qodari di Jakarta, Selasa, saat mengumumkan hasil survei terbaru.
Survei bertajuk Indeks Kepemimpinan dan Dinamika Capres - Cawapres 2014 tersebut dilaksanakan pada 14 -25 Februari dengan 1.200 responden yang tersebar di 33 provinsi. Survei tersebut merupakan hasil kerja sama antara Indo Barometer dan Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia.
Survei tersebut menunjukkan, skenario tiga calon, Jokowi berkompetisi dengan Prabowo dan Aburizal Bakrie, maka Jokowi memperoleh elektabilitas tertinggi dengan 41,7 persen jauh di atas Prabowo (22,4 persen) dan Aburizal Bakrie (14 persen). Namun demikian, turun 1,8 persen bila dibandingkan survei pada Desember 2013 lalu yang sebesar 43,5 persen.
Sementara bila skenario 12 calon Presiden dari partai politik yaitu Jokowi (diajukan PDIP), dan bersaing diantaranya dengan Prabowo dan Aburizal Bakrie, suara Jokowi tetap tertinggi dengan 37,5 persen. Namun tingkat elektabilitas tersebut lebih rendah 0,2 persen bila dibandingkan survei pada Desember 2013 yang mampu mencapai 37,7 persen.
Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, elektabilitas Jokowi sebenarnya cenderung ajeg. Adanya sedikit penurunan pada survei Februari ini, karena ketidakpastian pencalonan Jokowi oleh PDIP. "Masyarakat masih menunggu ketidakpastian ini, sehingga ada sedikit penurunan," katanya.
Direktur Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk mengatakan, penurunan tersebut justru dipicu oleh kebosanan masyarakat terhadap sosok Jokowi dan belum adanya kebijakan baru yang mampu mendorong kekaguman masyarakat.
"Sampai saat ini tidak ada lagi gebrakan dari Jokowi ya, malah ada kasus bus (pengadaan busway dari China yang bermasalah), saya kira masyarakat mulai menimbang, awalnya gandrung (suka) tanpa reserve (pandang bulu), kini ya mulai (menilai), ini hukum popularitas ya," katanya.
Menurut dia, masyarakat mungkin memahami terhadap penanganan masalah banjir yang masih berlangsung. Hal ini mengingat banjir memang tidak bisa serta merta langsung dihilangkan. Namun demikian, kasus busway mulai menunjukan sejauh mana penilaian masyarakat terhadap kepemimpinan Jokowi.
"Kalau banjir saya kira masyarakat sadar, Jokowi juga sudah banyak melakukan kebijakan, tapi busway saya kira dampaknya besar ya, ini terkait kepemimpinan," katanya.

www.republika.co.id

Orang-orang Biasa Yang Memenangkan PKS | True Story

Cerita aksi Jaring Aspirasi Indonesia (JAI) yang dituturkan oleh Ust Syafaruddin di Pamulang Timur:

***

Sedikit berbagi kisah JAI kemarin (Ahad 9 Maret 2014), sekaligus Laporan ke Pak Ketua. Ketika pulang dari Masjid (sholat ashar) saya melanjutkan JAI (ahad kemaren dapat -+ 18 KK ). Gak tahu tergerak saja hati saya mampir dirumah dekat Masjid itu. Terus terang walau saya sudah 3 tahun di komplek MA tapi saya buta peta Dakwah di MA. Makanya kemarin ketika sedikit longgar dari aktifitas wilda, saya niatkan mau menebus dosa - dosa saya yang selama ini banyak menelantarkan ladang Dakwah di Pamtim (Kel. Pamulang Timur).

Nah kembali ke JAI tadi, ada satu Rumah yang membuat saya tertegun.

Saya mendapati seorang Pak Tua yang sudah memutih rambutnya, sedang santai - santai duduk di beranda rumahnya. Ketika saya memperkenalkan diri saya dari PKS, tanpa dinyana wajah Bapak ini berbinar-binar... yang tadi diawal mungkin sempat menaruh curiga atas kedatangan saya, beliau langsung menyambut dengan akrab lalu memanggil istrinya "Bu, ini ada (orang) dari PKS", singkatnya terjadi dialog yang panjang. Beliau menuturkan, "Alhamdulilllaah kita dari dulu PKS Pak gak kemana-mana, sampai sekarang tetap PKS, kita dari dulu mobilisasi orang-orang kampung. Pernah kampanye di Gintung (Kec. Ciputat) kita kerahkan 8 mobil dari sini".
Dan masih banyak kisah heroik dari beliau.

Yg menarik dari diskusi itu ada beberapa pelajaran yang dapat saya petik:

1. Keikhlasan yang luar biasa Bapak ini (bersama keluarga) bekerja dalam senyap.
2. Keberpihakan yang jelas kepada kebaikan (karena menurutnya PKS jelas dipihak itu).
3. Kontribusi pada kebaikan dengan sekemampuannya.

Antum tahu yang membuat hati saya bergetar? ucapannya yaitu, "Sekarang pun saya tetap mendukung PKS tapi sekarang saya tidak seperti dulu lagi. Sekarang saya sudah lumpuh tidak bisa seperti dulu lagi"... kemudian dia memanggil istrinya, "tapi insya ALLAH, ini istri saya nanti akan tetap memobilisasi orang-orang MA atau diatas (kampung Tetangga MA)"...

Si Ibu ini gak kalah getolnya dengan si bapak. Katanya dulu karena ada caleg partai lain dari MA dia pernah ditegur supaya tidak memasarkan PKS disitu tapi dia memang benar-benar "mabuk PKS". Gak peduli terus aja bergerak. Dan akhirnya 2004 itu saya yakin berkat keikhlasan orang-orang seperti inilah PKS menjadi no 1 di MA.

Di 2009 juga beliau tetap memperjuangkan PKS, tapi tidak no 1 karena mungkin imbas Sosok SBY. Antum atau Aleg kita sekarang juga mungkin tak kenal orang ini dan memang dia tidak untuk itu berbuat (untuk PKS).

Saya sebagai Kader terus terang malu, gimana ada orang yang BUKAN KADER begitu kuat perhatiannya pada PKS, tapi kita (saya pribadi) yang mana PKS sudah sangat berjasa mendidik dan membentuk kepribadian muslim sehingga seperti sekarang ini, tidak mampu semilitan beliau.

Antum tahu siapa Beliau?

Beliau adalah orang yang biasa yang Memiliki kepribadian luar biasa. Pak Simar. Yang tinggal di jl. Heligenia blok D11/35 Kel. Pamulang Timur Kec. Pamulang Kota Tangerang Selatan, yang sekarang sudah Lumpuh, tapi masih tetap berupaya memenangkan PKS.

Terima kasih Pak Simar. Kau sudah memberikan pelajaran yang luar biasa, terutama arti sebuah keikhlasan. Sampai saya pamit, tak ada satu patah katapun keluar dari mulutnya ungkapan kecewa. Karena mungkin setelah menang Aleg-aleg kita ketika itu tidak memperhatikannya (karena mungkin Aleg pun tidak tahu perannya), dan sebenarnya ketika beliau bertemu saya yang secara resmi mengatakan kepadanya mewakili PKS Pamulang, seharusnya dia bisa saja meminta perhatian pada PKS atas jasa-jasanya, mengingat kondisinya yang lumpuh, tapi itupun tidak dilakukannya. Bahkan malah dia seperti mewakafkan istrinya untuk terus memperjuangkan PKS. Ya Rabb...

Tadinya saya hanya mengira kisah-kisah sperti ini hanya ada di PKS Piyungan yang tujuannya hanya uutuk menyemangati kader yang sudah melempem, tapi nyatanya saya malah mendapat kisah nyata seperti ini, bukan di web, tapi langsung saya alami sendiri.

Ya ALLAH... Kami berharap ilmu keikhlasan orang-orang seperti ini juga Engkau berikan pada kami Ya Rabb, Kader-kader Partai Dakwah ini ,yang sudah semestinya terdepan dalam berjuang meraih ridhoMu.

Aamiin. Semoga Bermanfaat.

***seperti diutarakan Ust. Syafaruddin (0812-1031-4970) di group BBM PKS Pamulang
(foto: Ust. Syafaruddin dan Pak Simar)

Sumber : www.pkspiyungan.org

Survei: Kota Bandung Basis Suara PKS

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Lembaga survei Rectoverso Institute melansir Kota Bandung menjadi basis suara bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal tersebut terbukti dari kemenangan parpol tersebut pada Pilgub Jabar 2013 dan Pilkada Kota Bandung 2013.

"Kota Bandung adalah basis PKS, ini dibuktikan dengan kemenangan parpol ini Pilgub Jabar dan Pilkada Kota Bandung," kata Koordinator Survey Rectoverso Institut Zaenal Arifin, di Kota Bandung, Kamis (13/3).

Rectoverso Institute, kata Zaenal, telah melaksanakan survei tentang partisipasi politik masyarakat Kota Bandung menjelang Pemilu Legislatif pada 9 April 2014.
"Survei tersebut kami lakukan pada tanggal 1 hingga 9 Maret 2014, dengan menggunakan metode Multi Stage Random Sampling dengan jumlah responde 480 orang dan margin error nya kurang lebih 4,56 persen," kata dia.

Ia memaparkan tingkat elektabilitas partai di Kota Bandung pada awal Maret 2014 peringkat pertamanya diraih oleh PKS (19,79 persen). "Ini survei ketiga kalinya. Di survei pertama itu tingkat elektabilitas PKS 23 persen, survei kedua sebanyak 21 persen. Memang ada penurunan, tapi penurunan PKS ini tidak diikuti parpol lainnya," kata dia.

Tingkat elektabilitas kedua dalam survei ini ditempati oleh Partai Golkar sebanyak 17,71 persen dan ketiga oleh PDI Perjuangan sebanyak 13,75 persen. "Penurunan itu terjadi untuk Partai Demokrat dan PDIP. Yang jelas, yang diuntungkan dari penurunan dua partai itu adalah Partai Golkar. Larinya suara dua partai itu kemungkinan besar ke Golkar," kata dia.

Ketika ditanyakan apakah tinggi tingkat elektabilitas PKS pada survei tersebut akan sama dengan hasil Pemilu Legislatif 2014, Zaenal mengatakan belum tentu ini akan sama dengan hasil Pileg. "Ini sifatnya prediksi, maka nanti bisa saja berubah. Ini kan memotret keadaan masyarakat saat ini. Kemudian di survei ini juga dijelaskan 40 persen akan merubah pilihannya saat hari H," kata dia.

Berikut adalah hasil survei tingkat elektabilitas partai politik di Kota Bandung pada awal Maret 2014: PKS (20 persen), Partai Golkar (18 persen), PDIP (14 persen), Partai Demokrat (11 persen), PKB (9 persen), Partai Gerindra (9 persen) dan Partai Nasdem (6 persen).

Sumber : www.republika.co.id

Dalam 12 Jam, Gunung Slamet Meletus 9 Kali

PEMALANG, KOMPAS.com — Sejak Kamis (13/3/2014) pukul 00.00 sampai 12.00 WIB, Gunung Slamet tercatat meletus sebanyak sembilan kali dengan ketinggian letusan rata-rata 1.000 meter. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Hendrasto, mengatakan, sembilan letusan yang dihasilkan gunung tersebut dikenal dengan nama letusan freatik.

Letusan freatik merupakan hasil interaksi antara magma dan air tanah sehingga menimbulkan material abu vulkanis dan uap air. Menurut Hendrasto, letusan yang dihasilkan sampai saat ini belum membahayakan untuk warga di radius lebih dari 5 kilometer.

"Yang membahayakan radius 2 kilometer. Jadi, diimbau untuk tidak mendaki Gunung Slamet dan beraktivitas," kata Hendrasto, saat berada di Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Pulosari, Pemalang, Jawa Tengah.

Hendrasto menambahkan, selain letusan freatik, tercatat masih terjadi sejumlah gempa terkait status waspada Gunung Slamet, antara lain gempa embusan dan gempa vulkanis dalam.

"Selama ada 97 gempa embusan, 1 gempa vulkanis dalam dan 1 vulkanis dangkal, sejauh ini statusnya masih waspada," tambahnya.

Hasil data dari Pos Pengamatan Gunung Slamet hari ini menunjukkan aktivitas Gunung Slamet mengalami peningkatan dengan adanya 9 kali letusan freatik dalam jangka waktu 12 jam.


Sumber : www.kompas.com

PENTING: Surat Edaran KPU Tentang Surat Pindah Memilih

Written By elang firdaus on Rabu, 12 Maret 2014 | 20.33

Bagi Anda warga pemilih yang bingung menyalurkan suaranya karena sedang menjalankan tugas belajar, tugas kerja, atau pindah domisili di kota lain, ini Surat Edaran Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia tentang Surat Pindah Memilih (Model A.5-KPU) yang memungkinkan Anda bisa memilih. Pelajarilah.



Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia

Jakarta, 4 Maret 2014

Nomor   : 127/KPU/III/2014
Sifat   : Segera
Perihal : Surat Pindah Memilih (Model A.5-KPU)

Kepada, Yth.

1. Sdr. Ketua KPU / KIP Provinsi
2. Sdr. Ketua KPU / KIP Kabupaten Kota

SURAT EDARAN

Formulir Model A.5 KPU sebagaimana telah diatur di dalam Peraturan  KPU Nomor 9 Tahun 2013 dan Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013 dikeluarkan oleh PPS (Panitia Pemungutan Suara) tempat asal. Selanjutnya kepada pemilih yang akan pindah tempat memilih diharuskan melaporkan kepada PPS dimana pemilih terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan mengisi formulir pindah memilih (Model A.5-KPU).

Dalam rangka melayani pemilih, khususnya bagi pemilih yang sedang menjalankan tugas belajar, tugas kerja, atau pemilih yang pindah domisili di kota lain dan tidak memungkinkan untuk mendapatkan model A.5-KPU dari PPS asal, KPU Kabupaten/Kota dapat mengeluarkan Model A.55-KPU untuk pemilih yang bersangkutan dengan prosedur:

1. KPU Kabupaten/Kota memberikan formulir pindah memilih (Model A.55-KPU) kepada pemilih melalui PPS dimana pemilih ingin menggunakan hak pilihnya paling lambat 10 hari sebelum hari pemungutan suara.

2. KPU Kabupaten/Kota tujuan memastikan bahwa pemilih telah terdaftar pada DPT di tempat asal pemilih.

3. Pemilih wajib menyerahkan Model A.55-KPU kepada PPS tujuan paling lambat 3 hari sebelum hari pemungutan suara.

4. PPS dapat menentukan nomor TPS dimana pemilih tersebut akan menggunakan hak pilihnya dengan memperhatikan jarak tempat tinggal dengan TPS dan ketersediaan surat suara di TPS.

5. PPS mencatat atau mendaftar pemilih pindah tersebut ke dalam Daftar Pemilih Tambahan (Model A.4-KPU) dan menyerahkan kepada KPPS untuk diumumkan di TPS.

6. KPU Kabupaten/Kota tujuan agar menyusun dan merekap semua pemilih pindah memilih (Model A.5-KPU) dan mengirimkannya ke KPU Provinsi tempat asal pemilih.

7. Susunan pemilih yang dimaksud pada angka 6, memuat elemen NIK, Nama, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Alamat Asal, Kabupaten/Kota-Kecamatan-Desa/Kelurahan-TPS Asal, serta Kabupaten/Kota-Kecamatan-Desa/Kelurahan tujuan.

8. Melalui koordinasi KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota tempat asal pemilih pindah memberikan catatan “pindah memilih” pada kolom keterangan di DPT dimana pemilih tersebut terdaftar.

Demikian untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan.

Ketua KPU RI

ttd

HUSNI KAMIL MANIK


*sumber: http://matapublikpusat.wordpress.com/2014/03/12/surat-edaran-kpu-indonesia-tentang-surat-pindah-memilih-model-a-5-kpu/

Gunung Slamet Meletus 3 Menit Mengarah ke Tegal dan Brebes

Written By elang firdaus on Selasa, 11 Maret 2014 | 20.25

TRIBUNNEWS.COM, PEMALANG - Setelah beberapa hari status Waspada, Gunung Slamet di Jawa Tengah mulai mengeluarkan letusan abu tebal, Rabu (12/3/2014) sekitar pukul 06.53 WIB.
Letusan abu berwarna hitam pekat berlangsung sekitar 3 menit. Sebelum akhirnya tertutup kembali oleh kabut.
Menurut tim pengamat Gunung Slamet di Pos Pengamatan, Desa Gambuhan, Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sukedi (50), letusan abu tebal warna hitam itu terlontar ketinggian berkisar 800 hingga 1.000 meter. Masih tergolong letusan kecil.
Dari lontaran abu dan angin yang berembus, diprediksi lontaran abu vulkanik mengarah ke Barat yang mencakup wilayah Kabupaten Tegal dan Brebes.
Sukedi menambahkan, sejak dinyatakan menjadi level waspada, Senin (10/3/2014) pukul 21.00 lalu, baru kali ini Gunung Api Slamet mengeluarkan letusan abu yang terpantau dari pos pengamatan.
"Sebelumnya enam kali letusan asap, baru kali ini mengeluarkan
letusan abu," katanya.

Hari Pertama Kampanye, KPU Serentak Gelar Kirab dan Ikrar Pemilu Damai

PURBALINGGA, (PurbalinggaNews) – Mengawali tahapan kampanye terbuka pemilu legislative, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga akan menggelar Kirab Pemilu bersama seluruh parpol dan caleg peserta pemilu. Rencananya, acara kirab akan dilaksanakan pada Sabtu (15/3/2014).
“Partai politik (Parpol) peserta pemilu legislatif 2014 hanya diperbolehkan membawa tujuh mobil pada kirab peserta pemilu. Tujuh mobil tersebut terdiri atas 5 mobil untuk caleg di lima dapil, satu untuk tata suara dan kesenian serta satu untuk pengurus parpol," kata Ketua KPU Sri Wahyuni, dalam  rapat koordinasi  di RM Sidoroso, Purbalingga, Selasa (11/3/2014).
Rapat dihadiri oleh KPU, Panwaslu, Polres Purbalingga, Dinhubkominfo, Satpol PP dan pimpinan parpol.
Selain itu, peserta kirab tidak diperbolehkan menggunakan sepeda motor, tidak boleh menyebar alat peraga kampanye (APK), atribut yang digunakan hanya atribut parpol serta peserta yang tidak hadir tidak boleh digantikan peserta lain.
Kirab dimulai pukul 09. 00 dengan start dan finish di Alun-alun Purbalingga. Adapun rutenya yakni alun-alun-Kodim, Perempatan Kedungmenjangan-Mewek-Terminal Bus-Pasar Hewan-Babakan-Perempatan Karangkabur-Perempatan Gemuruh-Perempatan Walik-Perempatan Sirongge-Perempatan Asrikin-Tugu Knalpot-Jl Onje-alun-alun.
Sebelum kirab, pengurus parpol dan seluruh caleg sebanyak 414 orang melaksanakan  ikrar kampanye damai di Pendapa Dipokusumo. “Kampanye terbuka mulai 16 Maret hingga 5 April. Setelah itu masa tenang selama tiga hari (6-8/3) jelang hari pencoblosan tanggal 9 April 2014,” jelasnya.  (Humas/Hr)

www.purbalingganews.net

Surat Cinta dari PKS

Written By elang firdaus on Senin, 10 Maret 2014 | 09.48

Pemilih yang Budiman,

Salam cinta dari Partai Keadilan Sejahtera!

Lima belas tahun telah berlalu sejak pemilu pertama di era reformasi, lima belas tahun pula Partai Keadilan (PK)/Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berpartisipasi di parlemen dan pemerintahan pusat maupun daerah.

Kami sadar, tidak mudah menjalankan amanah yang diberikan rakyat dan memenuhi harapan besar yang digantungkan pada kami. Tapi ada satu hal yang selalu menjadi pegangan kami, yaitu memberikan yang terbaik bagi rakyat.

Sikap terhadap Kenaikan BBM

Atas dasar memberikan yang terbaik bagi rakyat itu, PKS menolak kenaikan BBM di tahun 2011 walau berseberangan pendapat dengan mitra koalisi di pemerintahan. Sebagai solusi, kami lebih mendorong sektor migas dikelola dengan  lebih efisien dan upaya konversi dari BBM ke non-BBM dioptimalkan. Akan tetapi, untuk sikap berseberangan itu PKS mendapat hukuman dari mitra koalisi berupa pemberhentian seorang kader PKS dari jabatan Menristek di tahun 2011. Saat itu, kami juga dihukum oleh media massa dan banyak pengamat dengan tuduhan sebagai partai yang plin-plan dan bermain di dua kaki.

Insya Allah, kami tidak memperdulikan tuduhan tersebut karena keberpihakan kami bukan pada pengamat dan media massa, tapi pada rakyat yang kami khawatir akan menderita jika kebijakan kenaikan BBM tersebut disetujui!

Sikap terhadap Pemberantasan Korupsi

Kami akui kondisi parlemen masih jauh dari yang diharapkan oleh rakyat Indonesia. Tapi insya Allah, kami selalu berusaha konsisten untuk memperbaikinya.  Sejarah pernah mencatat bahwa KPK pernah menyatakan pada hari senin 14 April 2008 dan dikutip luas oleh media massa terkait komitmen PKS dalam pemberantasan korupsi:


'....masih minim partai politik yang punya kepedulian melaporkan gratifikasi yang diterima para kadernya. Berdasarkan data KPK, PKS melaporkan Rp 1,9 miliar dan merupakan parpol yang terbilang paling sering melaporkan. Partai Golkar hanya melaporkan gratifikasi dengan total Rp 15,8 juta, Partai Demokrasi Kebangsaan melaporkan Rp 5 juta, dan Partai Kebangkitan Bangsa hanya Rp 1 juta. Partai besar lain yang belum pernah melaporkan gratifikasi ke KPK sejak tahun 2006 di antaranya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrat.' (Kompas, 15 April 2008).

Sejarah juga pernah mencatat dan dikutip oleh media, hasil penelitian Indonesian Corruption Watch (ICW) di penghujung tahun 2013 yang disampaikan salah satu penelitinya, Apung Widadi, dalam jumpa pers di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Jumat (28/12) bahwa dari sembilan partai yang ada hanya PKS dan Partai Hanura yang tak ada kadernya terjerat kasus kejahatan korupsi.

Hidup ini adalah ujian dan tidak selamanya indah. Tidak lama setelah mendapat kado manis predikat bersih dari ICW, kami seperti disambar oleh petir yang sangat keras ketika KPK menangkap Presiden PKS dengan tuduhan korupsi, sesuatu yang jauh dari jati diri, sikap dan usaha kami selama ini. Saat itu hati kami menjerit, dada sesak dan sekujur badan sempat limbung dengan tuduhan dan hukuman yang diberikan.

Kami menyerahkan semua ini pada Allah SWT sebagai yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Kami hanya bisa berkhusnudzon pada-Nya  bahwa pasti ada hikmah dibalik kejadian itu semua dan kami memang mengambil banyak pelajaran dari kasus ini.

Kami bukanlah malaikat yang bebas dari nafsu dunia. Akan tetapi kami punya banyak kader, yang tidak terekspos oleh media, yang mengemban tugas sebagai anggota Dewan tapi hidupnya jauh dari berkecukupan karena hanya membawa sedikit penghasilannya ke rumah sedang sebagian besar lainnya disumbangkan ke partai atau ke masyarakat yang memerlukan. Kami punya alm Nurhuda di Kalimantan Timur yang hanya membawa pulang gaji beberapa ratus ribu saja, kami punya  Agus Sumartono di Bantul yang sudah 2 periode menjadi anggota DPRD tapi masih menggunakan sepeda motor untuk pergi kemana-mana, kami punya TB Syumanjaya anggota DPR yang pulang pergi kantor naik kereta listrik bersama masyarakat banyak, dan masih banyak yang lain yang tak terliput media. Kami juga punya 700 ribu kader inti yang setiap bulan menginfakkan sebagian penghasilannya untuk disalurkan via PKS.

Pelayanan kepada Masyarakat

Kami adalah kader yang dididik untuk  senantiasa melayani masyarakat. Untuk itulah kami dari pucuk pimpinan sampai bawah selalu turun membantu masyarakat yang mengalami musibah ataupun bencana (https://www.youtube.com/watch?v=D-ENIOKdZKI) . Itu tidak kami lakukan hanya ketika pemilu, tapi sejak Partai Keadilan didirikan tahun 1998. Oleh karenanya, kami tidak peduli dengan komentar sinis berbagai pihak dengan kehadiran kami di berbagai lokasi bencana. Adapun penggunaan atribut PKS adalah semata untuk kemudahan komando anggota kami. Kami memandang partai politik akan makin bermanfaat jika kader-kadernya turun langsung membantu masyarakat semaksimal mungkin, apalagi ketika mereka mengalami musibah.

Kami memang punya dana terbatas untuk pasang iklan di televisi, koran dan papan reklame. Akan tetapi, insya Allah kami punya dana yang akan terus mengalir dari para kader dan simpatisan untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana.

Saat bencana alam marak di tanah air akhir-khir ini, Presiden PKS Anis Matta lebih memilih menginstruksikan kader-kader di daerah terdampak bencana untuk terus memberikan pelayanan kepada para korban. Anis menekankan meskipun para kader sibuk mengurusi langkah-langkah pemenangan pemilu, namun pelayanan sosial kepada korban tak boleh terhenti “Melayani manusia itu jauh lebih penting daripada memenangkan pertarungan politik. Cita-cita kemanusiaan kita jauh lebih tinggi daripada cita-cita dan kepentingan politik kita,” tutur Anis Matta saat memberikan arahan di depan para ketua dan sekretaris DPW se-Indonesia di Hotel Kartika Candra, Senin (17/2/2014).

Pengkaderan dan tokoh di PKS

Kami memang belum punya tokoh sebesar Bung Karno, tapi pengkaderan di partai kami membuat kami tidak pernah kekurangan orang yang punya kemampuan memimpin dan berjiwa besar. Presiden partai kami, M Anis Matta, langsung meletakkan jabatan sebagai  Wakil Ketua DPR begitu diberi amanah sebagai Presiden PKS. Sikap itu adalah wujud sikap kader bahwa jabatan hanya diletakkan di tangan dan bukan di hati.

Kami juga secara konsisten  mengajarkan kader-kader kami yang masuk pemerintahan untuk meletakkan jabatan yang dipegang di partai supaya fokus dalam mengemban amanat rakyat dan memberikan kemampuan terbaik mereka. Alhamdulillah, tiga propinsi (Jawa Barat, Sumatera Barat dan Sumatera Utara) yang Gubernurnya adalah kader kami, semakin berkembang dan banyak mendapat penghargaan dari pemerintah pusat. Menteri Pertanian, Suswono, berhasil mencapai target surplus beras dan meningkatnya nilai tukar petani; Menteri Sosial, Salim Segaf Aljufri menggerakkan potensi relawan dalam menangani bencana; Menteri Komunikasi dan Informasi mencapai target desa berdering dan akses internet di seluruh Nusantara.

Pembinaan diri Berkelanjutan

Kami percaya, jika ingin berperan untuk perbaikan bangsa, partai politik juga perlu memastikan perbaikan pada setiap kadernya. Itu sebabnya setiap minggu kami melakukan pembinaan terhadap semua kader. Pembinaan yang mengarahkan pada peningkatan pemahaman keagamaan, kesadaran sosial, akhlak yang baik, serta akidah dan ibadah yang benar.

Kami menjadikan Islam sebagai inspirasi dalam bergerak dalam seluruh bidang kehidupan. Bagi kami, Pancasila adalah rumusan dasar negara yang  harmonis di tengah kemajemukan bangsa. Kami tidak menutup diri terhadap bergabungnya saudara-saudara setanah air yang tidak beragama Islam. Sebagaimana Nabi Muhammad melibatkan kaum non Muslim dalam urusan kemasyarakatan. Kami juga punya beberapa anggota legislatif yang non-Muslim di daerah Papua yang bersama mereka kami memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Papua.

Penutup

Demikian surat cinta kami ini pada para calon pemilih dalam pemilu nanti. Mohon untuk tidak golput dan pertimbangkanlah secara matang partai mana yang akan dicoblos. Insya Allah, kami adalah partai yang konsisten menghadirkan perbaikan bagi bangsa ini dan calon yang kami ajukan adalah kader kami yang siap memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan dan kemajuan rakyat Indonesia. Insya Allah, mereka maju tanpa beban membayar hutang keuangan kampanye karena mereka dibantu secara keuangan dan tenaga oleh kader-kader lain dan simpatisan. Kader yang terpilih hanya punya utang memberikan yang terbaik bagi masyarakat banyak. Secara organisatoris, kader terpilih diawasi secara ketat oleh PKS dalam menjalankan amanah yang diemban. Begitulah kami! Selamat memilih!

Salam Cinta dari kami

www.pkspiyungan.org

Peningkatan Status G. Slamet Dari Normal (level I) Menjadi Waspada (level Ii), 10 Maret 2014

I. pendahuluan
Gunungapi Slamet (G. Slamet) adalah gunungapi strato berbentuk kerucut, dengan tinggi puncaknya 3432 m dpl. Lokasi G. Slamet secara administratif masuk ke dalam 5 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis terletak pada posisi 7o 14’ 30” Lintang Selatan dan 109o 12’ 30” Bujur Timur

II. PENGAMATAN 2.1. VISUAL 
Pemantauan secara visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Slamet yang terletak di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari yang berjarak sekitar 10 km dari puncak, Kabupaten Pemalang. Hasil pemantauan secara visual sejak tanggal 1 Maret 2014 adalah sebagai berikut :
  • Tanggal 1-7 Maret 2014, Cuaca terang-mendung, angin tenang. Gunung tertutup kabut 0I-0III, pada saat tampak teramati asap putih tipis-tebal setinggi 25-600 m dari puncak. Hujan gerimis-deras.
  • Tanggal 8-10 Maret 2014 (hingga pukul 18:00), Cuaca terang-mendung, angin tenang. Gunung tertutup kabut 0I-0III, pada saat tampak teramati asap putih tipis-tebal setinggi 25-1000 m dari puncak. Hujan gerimis-deras.
 2.2. KEGEMPAAN
Hasil rekaman kegempaan sejak tanggal 1 Maret 2014 adalah sebagai berikut (Lampiran):
  • Tanggal 1-7 Maret 2014: 1209 kali Gempa Hembusan, 4 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 1 (satu) kali Gempa Vulkanik Dalam (VA).
  • Tanggal 8-10 Maret 2014 (hingga pukul 13:00): 441 kali Gempa Hembusan, 9 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB).

III. POTENSI BAHAYA
Potensi bahaya G. Slamet berdasarkan Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) dibagi menjadi 3 zona, yaitu Kawasan Rawan Bencana III (KRB III), Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) dan Kawasan Rawan Bencana I (KRB I).
Kawasan Rawan Bencana III
Kawasan yang selalu berpotensi terancam aliran lava, gas racun, awan panas serta selalu terancam lontaran batu (pijar), dan hujan abu lebat dalam radius 2 km dari puncak.

Kawasan Rawan Bencana II
Kawasan yang berpotensi terlanda aliran lava, gas racun, awan panas serta berpotensi terancam lontaran batu (pijar), dan hujan abu lebat dalam radius 4 km dari puncak.

Kawasan Rawan Bencana I
Kawasan yang berpotensi terlanda aliran lahar hujan, berpotensi terhadap hujan abu lebat serta kemungkinan dapat terkena lontaran batu (pijar) dalam radius 8 km dari puncak.



IV. KESIMPULAN
  • Terjadi peningkatan kegiatan G. Slamet yang ditandai oleh peningkatan jumlah Gempa Hembusan dan semakin tebal serta tinggi asap hembusan.
  • Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental maka terhitung tanggal 10 Maret 2014 pukul 21:00 WIB status kegiatan G. Slamet dinaikkan dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). 
Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Slamet dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat.
Status kegiatan G. Slamet akan dinaikkan/diturunkan jika terjadi peningkatan/penurunan aktivitas vulkanik.



V. REKOMENDASI Sehubungan dengan G. Slamet dalam status Waspada, maka kami rekomendasikan:
  1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan tidak melakukan aktivitas pada radius 2 km dari Kawah G. Slamet.
  2. Masyarakat di sekitar G. Slamet diharap tenang tidak terpancing isyu-isyu tentang erupsi G. Slamet, dan agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas G. Slamet.
  3. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
  4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Slamet.
Sumber : www.vsi.esdm.go.id
 
Copyright © 2012. PKS PURBALINGGA - All Rights Reserved